HARMONI CINTA DALAM RELASI “AKU” DAN “LIYAN”

(Etika Solidaritas Kaum Muda di Tengah Pluralitas Etnis Di Indonesia)

Authors

  • cosmas bruno STFT Widya Sasana Malng

DOI:

https://doi.org/10.69678/aggiornamento7137-44

Keywords:

aku dan liyan, etika solidaritas, pluralitas etnis, kaum muda indonesia

Abstract

Indonesia sebagai bangsa multietnis menyimpan kekayaan kultural sekaligus potensi konflik yang kerap memengaruhi relasi antarindividu, khususnya di kalangan kaum muda. Dalam konteks ini, relasi antara aku dan liyan tidak dapat dipahami sekadar sebagai perjumpaan sosial biasa, melainkan sebagai ruang etis tempat cinta diuji, dibentuk, dan dihidupi secara konkret. Paper ini bertujuan mengkaji harmoni cinta dalam relasi aku dan liyan sebagai fondasi etika solidaritas kaum muda di tengah pluralitas etnis di Indonesia. Dengan pendekatan reflektif-kontekstual, tulisan ini menyoroti bagaimana prasangka, eksklusivisme identitas, serta warisan konflik sosial dapat menghambat relasi yang autentik, sekaligus membuka peluang bagi praksis solidaritas yang transformatif. Harmoni cinta dipahami bukan sebagai ketiadaan perbedaan, melainkan sebagai sikap etis yang mengakui martabat liyan, merawat dialog, dan menumbuhkan tanggung jawab bersama. Temuan reflektif menunjukkan bahwa kaum muda memiliki peran strategis sebagai agen perdamaian melalui praksis solidaritas yang berakar pada empati, keterbukaan, dan komitmen terhadap keadilan sosial. Dengan demikian, etika solidaritas yang berlandaskan harmoni cinta menjadi jalan kontekstual bagi kaum muda Indonesia untuk membangun relasi lintas etnis yang inklusif, humanis, dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

bruno, cosmas. (2026). HARMONI CINTA DALAM RELASI “AKU” DAN “LIYAN” : (Etika Solidaritas Kaum Muda di Tengah Pluralitas Etnis Di Indonesia). Aggiornamento, 7(1), 37–44. https://doi.org/10.69678/aggiornamento7137-44

Issue

Section

Articles