PENYINGKAPAN TANDA IDENTITAS YESUS SEBAGAI MESIAS MENURUT YOHANES 8:37-47

Authors

  • Gabriel Babtistuta Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.69678/aggiornamento711-10

Abstract

Tulisan ini mengkaji penyingkapan identitas Yesus sebagai Mesias melalui analisis eksegetis terhadap teks Yohanes 8:37-47. Fokus utama penelitian ini adalah dinamika perdebatan sengit antara Yesus dan orang-orang Yahudi yang terjadi selama perayaan Hari Raya Pondok Daun (Sukkot) di Yerusalem. Penulis mengeksplorasi identitas ke-Mesias-an Yesus dinyatakan secara implisit melalui penggunaan tanda atau simbol di tengah krisis kebenaran yang dialami oleh para pendengar-Nya. Hasil analisis menunjukkan bahwa perdebatan tersebut membongkar kepalsuan klaim spiritual orang-orang Yahudi yang mengaku sebagai keturunan Abraham dan anak-anak Allah. Yesus menegaskan bahwa identitas rohani sejati tidak ditentukan oleh garis keturunan jasmani, melainkan oleh tindakan yang selaras dengan kehendak Allah, yaitu mendengarkan firman dan mengasihi utusan-Nya. Ketegangan mencapai puncaknya ketika Yesus menyebut lawan-lawan-Nya sebagai “anak-anak iblis” karena keinginan mereka untuk membunuh dan ketidakmampuan mereka menerima kebenaran. Secara teologis, penelitian ini menyimpulkan bahwa Yohanes menggunakan narasi perdebatan ini untuk menyingkapkan identitas Yesus sebagai Mesias dalam tiga karakter utama, yaitu: Jalan Kasih (he hodos tes agapes), sebagai lawan dari pembunuhan; Terang Kebenaran (phos aletheia), sebagai lawan dari kedustaan; Air Kehidupan (hydor zoes), sebagai lawan dari kematian rohani. Melalui refleksi ini, pembaca diajak untuk menyadari bahwa menjadi milik Allah berarti tinggal dalam firman Yesus dan memberikan kesaksian hidup melalui kasih dalam kebenaran.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Babtistuta, G. (2026). PENYINGKAPAN TANDA IDENTITAS YESUS SEBAGAI MESIAS MENURUT YOHANES 8:37-47. Aggiornamento, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.69678/aggiornamento711-10

Issue

Section

Articles