PENTINGNYA PEMBINAAN CALON IMAM UNTUK MEMBENTUK IMAM YANG BERHIKMAT

Studi Komparatif Inji Yohanes 3:1-13 dan Amsal 2:1-22

Authors

  • Fransiskus Anang Adi Prasetyo STFT Widya Sasana

DOI:

https://doi.org/10.69678/aggiornamento40146-53

Keywords:

Hikmat, Calon Imam, Pembinaan, Seminari

Abstract

Dalam studi ini, peneliti memfokuskan penelitian pada analisis teks Yohanes 3:1-13 dan Amsal 2:1-22 untuk mencari makna pentingya pembinaan calon imam Diosesan. Teks Yohanes 3:1-13 berisikan tentang Nikodemus yang mencari hikmat dengan bertemu dengan Yesus. Sedangkan dalam Amsal 2:1-22 berisikan tentang buah-buah hikmat. Kiranya, kedua teks ini memiliki kesamaan tema, yakni tentang hikmat. Calon imam dibina di seminari bertujuan untuk menemukan hikmat. Agar ia menjadi seorang imam yang takut akan Allah dan menjalani hidup panggilan dengan sukacita. Seorang imam tidak hanya tampil dalam hidup sederhana yang tampil dengan kesucian, melainkan seorang imam harus mampu untuk menginternalisasi semangat Injil. Seminari sebagai tempat pembinaan calon imam berusaha melatih calon imam, agar mampu menjadikan Injil sebagai sumber semangat dalam berkarya di keuskupan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan teks dengan membaca literatur yang berkaitan dan buku-buku tafsir.

Downloads

Published

2023-08-17

How to Cite

Prasetyo, F. A. A. (2023). PENTINGNYA PEMBINAAN CALON IMAM UNTUK MEMBENTUK IMAM YANG BERHIKMAT: Studi Komparatif Inji Yohanes 3:1-13 dan Amsal 2:1-22. Aggiornamento, 4(01), 46–53. https://doi.org/10.69678/aggiornamento40146-53

Most read articles by the same author(s)