Metafisika MAKNA PEPATAH JAWA “DUDU SANAK, DUDU KADANG, YEN MATI MELU KELANGAN”

(Dalam Perspektif Ortega y Gasset-Aku Ada Belum Penuh)

Authors

  • Novan Bayu Aji Saputro STFT Widya Sasana Malang

Keywords:

Keberadaan; Keharmonian; Manusia; Relasi; Filosofis

Abstract

Salah satu pepatah filosofis yang terkenal bagi masyarakat Jawa ialah "Dudu sanak, dudu kadang, yen mati melu kelangan". Pepatah tersebut mengandung nilai-nilai filosofis mendalam yang menekankan betapa pentingnya mengutamakan sikap solidaritas dan tanggung jawab terhadap sesama tanpa meributkan batasan hubungan ataupun kesamaan genetika. Dalam pandangan filsafat modern, filsuf Ortega y Gasset mengajukan konsep "Aku ada belum penuh," yang menggambarkan keberadaan manusia sebagai proses yang terus tumbuh dan berkembang melalui relasi dengan orang lain. Tulisan ini hendak mengeksplorasi secara mendalam hubungan antara kedua konsep tersebut serta mengintegrasikan nilai kearifan lokal yang didapat melalui filosofis Jawa dengan pandangan eksistensial modern untuk memperkaya pemahaman tentang keberadaan manusia. Untuk dapat menggali kedua konsep filosofis tersebut, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur dari beberapa sumber. Pepatah filosofis Jawa lebih menekankan kebersamaan dan kontribusi sosial yang tampak melalui relasi dengan orang lain, sementara Ortega memandang kebutuhan manusia akan hubungan (relasi) sangat bermakna dan berpengaruh untuk mengisi kekosongan eksistensialnya. Pada era modern yang penuh dengan tantangan seperti individualisme dan fragmentasi antar manusia, integrasi kedua pemikiran ini menawarkan sebuah solusi untuk mengatasinya. Kedua pemikiran filosofis ini mampu memberikan kesadaran tentang pentingnya solidaritas dan relasi yang sehat untuk menciptakan kehidupan bersama yang harmoni.  

Published

2026-02-03

How to Cite

Bayu Aji Saputro, N. (2026). Metafisika MAKNA PEPATAH JAWA “DUDU SANAK, DUDU KADANG, YEN MATI MELU KELANGAN” : (Dalam Perspektif Ortega y Gasset-Aku Ada Belum Penuh). Aggiornamento, 6(1). Retrieved from https://jurnalaggiornamento.id/index.php/amt/article/view/187

Issue

Section

Articles