DIALOG INTERRELIGIUS DALAM MEMBANGUN RELASI HARMONIS MAHASISWA LINTAS AGAMA (Studi Kualitatif Pada Anggota Formaka (Forum Mahasiswa Keuskupan Sanggau) Di Malang Raya)
DOI:
https://doi.org/10.69678/aggiornamento7129-36Keywords:
dialog; harmonis; mahasiswa; kerukunan; FORMAKAAbstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari segi agama, budaya maupun latar belakang sosial. Dalam konteks kehidupan kampus yang plural, perjumpaan mahasiswa dari berbagai agama menjadi hal yang tidak terhindari. Situasi ini menuntut adanya sikap saling menghargai agar perbedaan tidak menjadi sumber konflik, melainkan menjadi ruang untuk membangun relasi yang harmonis. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui dialog interreligius yang memungkinkan terjadinya perjumpaan dan komunikasi antarmahasiswa lintas agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dialog interreligius dalam membangun relasi harmonis mahasiswa lintas agama, khususnya pada anggota FORMAKA (Forum Mahasiswa Keuskupan Sanggau) di Malang Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap lima anggota FORMAKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog interreligius dalam kehidupan mahasiswa lebih banyak terjadi melalui interaksi sehari-hari, seperti percakapan informal, diskusi mengenai tradisi keagamaan, serta kerja sama dalam kegiatan kampus. Proses tersebut membantu menumbuhkan sikap saling menghormati, komunikasi yang terbuka dan kerja sama lintas agama di antara mahasiswa. Dengan demikian, dialog interreligius memiliki peran penting dalam membangun relasi yang harmonis serta memperkuat kehidupan bersama di lingkungan kampus yang plural.














