BIOPOLITIK NUTRISI DAN CAPABILITIES APPROACH ETIKA PATERNALISME DALAM KEBIJAKAN “MAKAN BERGIZI GRATIS” DI INDONESIA
Keywords:
biopolitik, capabilities approach, kebebasan positif, makan bergizi gratis, etika kebijaksanaanAbstract
Pelaksanaan program nasional “Makan Bergizi Gratis” oleh pemerintahan transisi Indonesia tahun 2025 memunculkan diskursus baru yang melampaui sekadar analisis kebijakan publik dan kalkulasi ekonomi. Artikel ini membedah kebijakan tersebut melalui perspektif filsafat politik untuk menguji ketegangan etis antara kewajiban moral negara dan batas kebebasan individu. Dengan menyilangkan Capabilities Approach dari Amartya Sen dan Martha Nussbaum dan kritik terhadap paternalisme negara dalam konsep kebebasan positif Isaiah Berlin serta biopolitik dari Michel Foucault, studi ini mengeksplorasi dua tesis utama. Pertama, dari perspektif Capabilities Approach, intervensi nutrisi yang dikonseptualisasikan sebagai prasyarat fundamental bagi kebebasan sejati; gizi yang layak adalah fondasi yang membebaskan kapabilitas dasar manusia agar berfungsi di ruang publik. Kedua, dari kacamata kritik paternalisme dan biopolitik, kebijakan ini dianalisis sebagai bentuk pendisiplinan “tubuh-tubuh produktif” yang di mana negara berpotensi merampas keagenan domestik (dalam artian ini: keluarga) demi mencetak sumber daya manusia yang mengabdi pada kepentingan petinggi dan eksistensi negara di masa depan. Melalui metode analisis filosofis, artikel ini menemukan bahwa program “Makan Bergizi Gratis” yang beroperasi dalam suatu paradoks, yang membebaskan sekaligus mendisiplinkan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pergeseran lokus evaluasi program bantuan sosial dari efektivitas pragmatis menuju perdebatan etis mengenai sejauh mana negara dibenarkan untuk mengintervensi ranah privat (bekal rakyat) demi mencapai apa yang diklaim sebagai “kebaikan objektif” warga Indonesia.














